terimakasih kepada sang kekasih yang telah memposting kesan pertama pertemuan kita -,- dari postingan "dia" kita dapat mengetahui mana yang jadi si bawang merah dan mana yang menjadi si bawang putih :p
dalam postingan saya kali ini, saya akan menceritakan pertemuan kedua saya yang menurut "dia" adalah hal paling menyebalkan, malah menjadi sebuah momen yang memesona, yang menguatkan suatu rasa yang barangkali itu cinta bagi saya :)
Maling Kutang yang Mencuri Hati.
Cerita maling kutang ini berawal karena rasa penasaran saya terhadap "dia" yang mungkin belum habis bak mengorong tanpa melihat hasil korongannya :p tapi ini nyata, pagi itu saya sengaja mensengajakan arah angin dan langkah saya ke gedung rumentang siang, dengan membawa kamera fujifilm finepix milik si mbak dirumah. niatnya untuk mengabadikan beberapa adegan dan suasana backstage teater langka saat itu. sesampainya disana, saya langsung disambut oleh beberapa teman saya diantaranya adeu dan aduy bukan untuk urusan abadi-mengabadikan gambar, tetapi bertanya tentang apa saja isi ransel saya saat itu, "adakah didalamnya sekotak nasi? atau secarik roti?" ternyata mereka kelaparan -,- untung saja dalam ransel saya ada beberapa makanan ringan yang memang sengaja saya bawa untuk mereka, namun makanan ringan ini terasa berat ketika sesosok makhluk yang biasa saya panggil "dia" ini tiba-tiba melintas begitu saja dihadapan tanpa suara apalagi kata juga tanpa senyuman, eloknya makhluk-Mu ini Tuhan dalam hati bergumam.
tak lama berselang, kamera ku arahkan keseluruh penjuru ruangan, ke berbagai momen yang dapat ku sentuh, ada yang berpacaran sambil menunggu giliran pentas, tiduran dengan posisi absurd ada yang menari-nari, berbincang dan ada yang kucinta sedang tertawa-tawa melihat kelakuan teman-temannya. jantung berdegub dengan tempo vivace, kepala pusing, lutut lemas sehingga inilah yang saya sebut more love at second sight, saya terduduk dan mulai mengabadikan senyumannya itu, beberapa jepretan cukup dalam hati bergumam, nah! ini yang katanya disebut paling menyebalkan menurut "dia".
hari itu takan saya sia-siakan begitu saja, saya terus melancarkan jurus-jurus caper saya, walaupun akhirnya gagal ditelan oleh kejutekannya yang melebihi tukang cakue di sd saya dulu. tak terasa selama saya dijuteki nya berlama-lama, ternyata pentas akan segera dimulai, semua bersiap untuk mempertunjukan hasil proses mereka, namun yang saya nanti adalah "dia" dengan perannya yang entah jadi apa saya kurang mengerti. peran demi peran dimainkan, gambar demi gambar telah saya ambil yang dinanti belum juga keluar untuk memerankan dialognya, namun tak berapa lama setelah hati mengeluh akhirnya "dia" muncul, menjerit "maling! maling! MALING KUTANG!" dan hanya itu yang saya bisa dengar dengan jelas, yang lainnya entah apa yang "dia" dialogkan, walaupun dengan hati yang berdebar melihat kemunculannya dipentas, namun saya berhasil mengabadikan sebuah gambar. (jangan bilang-bilang kalau saya masih punya salinan gambarnya ;p)
inilah salah satunya penampakan "dia" sebagai maling kutang yang mencuri hati saya seketika itu. bagi saya inilah pertunjukannya, pemeran utama yang mengalahkan aktor lainnya, mengalahkan lighting panggung, properti panggung, musik pertunjukan juga mengalahkan sutradara. bagi saya cukup "dia" sebagai pertunjukannya, karena hati saya jatuh bahkan saat ia berperan sebagai maling kutang.
i love you dear..
rindu kamu berperan lagi, berbohong dan menghibur diatas panggung juga menjadi pertunjukan utama segala pertunjukan.
lelah malam berselimut rerimbunan embun, Cicalengka,11 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar