Jumat, 07 Juni 2013

Pertemuan pertama, love at first sight dan dinamika-dinamikanya (versi dito purwa)

Tidak semua orang mengalami yang namanya cinta pada pandangan pertama, butuh sebuah moment yang tepat, orang yang tepat, ketepatan saat, sudut pandang yang pas bahkan cuaca yang mendukung :)

Semua faktor cinta pada pandangan pertama inilah yang akan menciptakan kondisi psikologi yang unik, yang mampu secara ikhlas dan tulus menerima apa-apa saja yang ada pada si dia kemudian di proses di otak untuk selanjutnya otak memberikan feedback berupa jantung berdegup kencang, lemas lutut, pandangan kabur atau apapun kondisi fisik yang tiba-tiba berubah drastis. Setelah itu kita akan merasakan perasaan senang, penasaran dan bahkan pusing kepala, inilah yang saya sebut efek cinta pandangan pertama :p

Haha :D setidaknya itu yang saya rasakan saat bertemu dia dan inilah pengalaman pertama saya dengan yang bernama cinta pada pandangan pertama :)

Oke langsung pada cerita awal jumpa kita ya...... (menghela nafas)

Setelah hampir satu tahun semenjak saya masuk universitas, saya tidak pernah sengaja berkunjung ataupun sekedar lewat untuk melihat almamater tercinta saya ini, maklum mahasiswa sibuk oleh tugas dan sibuk move on juga T.T tapi, suatu hari, kalau tidak salah hari jum'at saat itu saya diajak teman saya untuk main ke sma, katanya ada latihan teater untuk dipentaskan di gedung rumentang siang, kebetulan banyak teman-teman saya yang lain yang datang juga, sekalian reuni kecil dalam pikir saya. Sesampainya disana suasana sudah ramai, saya langsung saja ikut masuk dalam keramaian, mengobrol dengan teman-teman, bercanda, curhat :p pokoknya banyak, kemudian saya mengisengkan diri masuk keruang kesenian yang saat itu tengah ada latihan teater. Saya yang emang orangnya kalem, cool, baik hati dan tidak sombong juga idaman para wanita :p hanya duduk sambil memperhatikan anak-anak teater yang saat itu jelas saya tidak kenal semua, wajah-wajah mereka nampak asing karena memang saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan anak-anak teater di sma saya. Namun tiba-tiba ada sosok yang mengalihkan perhatian saya, sosok gadis berkerudung, tengah duduk di lantai sambil asik dengan laptopnya yuda (teman saya) kemudian sayup terdengar suaranya "teh ieu file na dimana" logat khas ciamis itu yang terdengar amat manis sangat menarik.
Wajahnya yang dihiasi senyuman kecil, dibias oleh sinar matahari sore cicalengka, hampir 10 detik saya memandangi sosok itu dengan jiwa yang terpesona, kemudian cinta pada pandangan pertamapun hadir memberikan deguban jantung yang cepat, lutut yang lemas, kepala pusing, hidung tersumbat dan sariawan :p tetapi hati terasa senang.

Setelah didera efek cinta pada pandangan pertama, saya langsung menelisik tentang dia, cinta kesekian saya yang terasa pertama ini, kemudian saya bertanya kepada seorang teman bernama Aas, tentunya saya bertanya dengan nada rendah agak berbisik malu dan tentu dengan bahasa sunda karna Aas ini notabene orang Cikasungka. "As saha eta?" Tanyaku pelan sambil memajukan dagu ke arah dia yang memesona. Aas sedikit mengerutkan dahi kemudian tersenyum dan menjawab "eta mah jesi, sepupu aas, ulah diganggunya, tos gaduh kabogoh urang ciamis." Jawaban Aas tadi sudah cukup menjawab pertanyaan yang saya sampaikan dan yang masih ada dihati kemudian terasa sakit.

Nah begitulah sedikit narasi dan deskripsi versi saya (dito purwa) berkenaan dengan awal jumpa saya dengan gadis yang sangat saya sayangi ini, lalu bagaimana kita akhirnya bisa bersama? Natikan posting saya berikutnya.

Nantikan juga versi si cantik Zessy Nur Syayid tentang awal jumpa kita :p

Mohon maaf bila ada kesamaan nama dan tempat walaupun kisah ini bukan fiktif belaka :D

Dalam lamunan pagi, 8 Juni 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar